Sakitnya Ketika Kita Memperjuangkan Seluruhnya,, Namun Dia Hanya Mencintai Seperlunya

Ketika Kita Memperjuangkan Seluruhnya Namun Dia Hanya Mencintai Seperlunya

Menyakitkan memang ketika kita harus menerima kenyataan bahwa tak semua perjuangan dan upaya yang dilakukan bisa menemui hasil membahagiakan sesuai dengan yang kita inginkan.

Ketika Kita Memperjuangkan Seluruhnya Namun Dia Hanya Mencintai Seperlunya

Memang ada juga usaha yang berbuah balasan cinta dan saling menerima, namun tak sedikit juga yang menghasilkan patah hati dan kecewa. Iya, selalu ada kemungkinan terburuk atas setiap usaha yang membahagiakan. Ketika kita memperjuangkan seluruhnya dengan mengerahkan kemampuan dan kekuatan nyatanya dia hanya mencintai kita seperlunya saja saat dia ada maunya. Haruskah yang seperti ini dipertahankan? Terkadang begitu adanya saat kita sudah susah payah memperjuangkan, masih saja dia meremehkan dan hanya mau mencintai kita ketika hanya memiliki keperluan saja dimana kita mungkin diharapkan bisa membantunya. Padahal cinta bukan begitu adanya, cinta itu mau saling melengkapi dan menerima segala ketidaksempurnaan yang kita miliki sebagai bentuk kasih sayang dan saling mempertahankan rasa yang diperjuangkan. Cinta bukan hanya ada saat perlunya saja melainkan setiap waktu dimana kita berusaha untuk bisa hadir di dalam ruang rindunya. Jadi untuk apa dipertahankan ketika dia tak sungguh-sungguh menerima dan menyayangi kita dengan setulus hatinya? Tinggalkan biarkan semuanya menjadi sebuah kisah terlewatkan, sudah saatnya kita melangkah menuju kebahagiaan bukannya terus bertahan dalam kekecewaan. Sekuat apapun kita mempertahankan bukan berarti dengan seenaknya dia bisa mempermainkan perasaan berujung kesakitan.

Jangan sampai kita terjebak dalam cinta yang salah, kita harus menyadari dengan begitu adanya bisa memperjuangkan seseorang yang memang pantas kita upayakan untuk saling membahagiakan. Bukannya yang hanya meremahkan dan datang saat dia memerlukan. Selebihnya kita dibuang bagai barang bekas yang tak lagi bisa dimanfaatkan. Menyakitkan memang, maka dari itu hindari hati yang palsu hanya untuk memberi kita bualan semu. Ada baiknya kita bertahan terlebih dahulu dalam kesendiran hingga pada saat yang tepat kita bisa menemukan sosok yang benar mencintai kita dengan sepenuh hatinya, bukan berharap apa-apa hanya ingin berjuang membangun masa depan bersama bukan yang lainnya. Namun bagaimana jika terlanjur terjebak dalam lubang yang menyakitkan? Pergilah dan tinggalkan, dia bukanlah satu-satunya manusia yang pantas untuk kamu bahagiakan. Sadarlah bahwa cinta dihadirkan untuk saling melengkapi sapa kita dan berbahagia bukannya saling mengumpat lantas terluka. Jadi tak usah lah kita menjadi bodoh hanya karena bertahan dengan cinta yang salah. Tuhan juga akan segera memberikan pertandanya bahwa dia tak pantas untuk mendapatkan bahagia.

Ya sudah seharusnya mulai saat ini kita lebih memilih dalam mencari pendamping hidup. Bukannya kita gengsi atau sebagainya melainkan kita bukan memilih barang yang jika bosan atau rusak bisa begitu saja diganti melainkan kita akan selamanya menjalani kisah untuk terselesaikan hingga akhir nanti. Biarkan jika kita dibilang jual mahal karena kita bukan murahan, biarkan saja kita dikata terlalu pemilih daripada kita harus merasakan kecewa dan sakit hati pada akhirnya. Ingat, yang menjalani itu kita bukanlah mereka jadi untuk apa menghiraukan perkataan yang hanya menjerumuskan dalam lubang penyesalan. Cinta itu bukan bagaimana cara kita berlomba untuk memiliki namun sekuat apa bertahan saat rasa ini diuji.

Sumber : https://hikmahupdate.blogspot.com

Baca Juga : Subscribe to receive free email updates:

loading...

0 Response to " Sakitnya Ketika Kita Memperjuangkan Seluruhnya,, Namun Dia Hanya Mencintai Seperlunya "

Post a Comment