KISAH NYATA,, SUBBHANALLAH!!! WIRDA BERTEMU NABI MUHAMMAD DALAM MIMPINYA.... SHARE





Islamiqpos - Saya ingin cerita tentang mimpi Wirda ketemu Rasulullah SAW.

Malam sebelom Wirda mimpi ketemu Rasul, kami bercanda-canda di meja makan. Saat itu Wirda baru 7 th.. Mamahnya wirda, Maemunah, ngasih tau saya, “Pah, Kakak dah hafal Yaasiin sampai Innamaa amruhu loh…'

Saya terkejut suka. Putrikuuuu… 7 tahun… namun sudah hafal Yaasiin hingga innamaa amruhuu… “Masa sih…? ” ajukan pertanyaan saya.

Wirda dan Mamahnya juga dua-duanya tersenyum. Lantas Wirda saya suruh baca. Awalilah Wirda baca. Waktu Wirda mulai baca, menetes air mata saya. Ayah mana yang ngga terharu. Putrinya hafal Yaasiin!

“… Yaasiin Innamaa amruhuu idzaa arooda syai-an ay yaquula lahuu kun fayakuun. ” Sekian Wirda baca.

Saya yang lagi terharu, eh koq liat Wirda sama mamahnya senyum-senyum. Saya baru sadar satu hal. Apakah itu?

Mereka Tengah bercanda dengan saya.

Ya, Wirda dan mamahnya bercanda. Bukannya Wirda hafal utuh satu Yaasiin. Namun benar-benar Yaasiin Innamaa amruhu… Itu “hanya” ayat pertama dan ayat 82. (Yaasiin 83 ayat). “Wuah.. Papah dikerjain nih.. tapi Papah suka.. 2 ayat juga, Qur’an. ”

Istri saya senyum-senyum lagi. “Saya duluan Pah yang dikerjain Wirda. “Mah, Mamah, Kakak telah hafal Yaasiin sampai Innamaa amruhuu…”

Lalu, Wirda katakan sama saya, “Boleh ngga Pah, ngafalnya satu juz saja? Atau 15 juz dah. Ngga usah 30 juz…? ”

“Kenapa…? ”

“Berat. Sulit. ”

Sebagai bapak, saya coba bijak. Dan ini sekaligus saya cobalah jadi ciri-ciri saya, mempermudah.

“Boleh Kak…” ucap saya.

Lantas, malam itu, sekitaran jam 9 malam, Wirda kecil, My Little Princess, tidur di kamarnya. Dan momen itu juga terjadi…

Sekitaran jam 2 awal hari Wirda masuk kamar saya. Bangunin saya sambil terisak. “Pah… Pah… Kakak dimarahin…”

Saya bingung… “Siapa Kak yang marahin…? ”

Saya ngga ngerti, siapa yang malem-malem begini marahin…? Dimarahin siapa…?

“Rasulullah…”, kata Wirda.

Saya cobalah mulai menebak… Subhaanallaah nih bila bener Wirda mimpi Rasul.

Saya lanjutin nanya, “Rasul koq marahin Kakak…? Kenapa…? ”

“Kakak di bertanya, kenapa cuma
menginginkan ngafal 1 juz? 15 juz? Kenapa ngga semua saja? 30 juz? ” kata Wirda sambil nangis.

Saya tertegun waktu itu. MasyaAllah, malamnya Wirda bercanda-canda dengan
saya, eh Rasul datangin Wirda dalam mimpinya…

Wirda ngajak saya ke kamarnya. Dia nunjukin kertas. Berisi syair. “Dari Rasul…”, katanya.

“Tapi jangan sampai di beri tau yang lain…”

Saya kembali tertegun. Subhaanallaah…

Wirda lantas berkata, “Kakak meniatkan dan berjanji ngafal Qur’an sampai 30 juz. ”

Ya. Wirda bukannya dimarahin, tetapi di tanya sama Rasul.

Saya saat itu ajukan pertanyaan ke Wirda, tentang bagaimana Rasul, bagaimana rumahnya? Karena Wirda katakan, diajak shalat sama Rasul di rumahnya.

Saya geleng-geleng kepala. Mengagumkan. Subhaanallaah… Di ajak shalat. Makmunan imaman sama Rasulullaah.

Satu tahun lebih lantas, Wirda peroleh hadiah dari Allah

Hadiah yang dimaksud yakni umrah … Pergilah ke Madinah. Ke kota Rasul.

Wirda menyimpan pertanyaan, kemana dan di mana rumah yang dia saksikan, dan dia masukin? Lah memang telah ngga ada.

Wirda juga mencari jawaban, kemana sungai yang dia liat, pohon buah yang dia simak? Ya juga ngga ada.

Terlebih pohon buahnya, buah mangga. Wirda saat di mimpi lihat pohon mangga, yang buahnya telah dalam keadaan terkupas kulitnya.

Pertanyaan itu rupanya dia simpan. Dia ikutin ziarah ke makam nabi, shalat di Nabawi, ke Roudhoh…

Hingga saya kehadiran Dr. Syafiq. Asal Jember, sebagai ahlul Madinah. Relasinya demikian luas.

Dr. Syafiq ini bahkan pengisi suara di CD-CD sejarah Makkah, Madinah, yang diterbitkan Saudi sana. Tersebut alih bahasanya.

Lantas terbersitlah ajakan ngajak anak-anak, termasuk juga Wirda, ke musium Madinah. Ini rute yang ngga umum untuk jamaah umroh. Ke manakah itu?

Kami pergi ke Musium Nabawi. Hingga disana, Wirda memekik… “Pah….!!! ”

“Pah…! Lihat… Ini rumahnya Rasul…! ”. Benar, ada tiruan rumahnya Rasul. Wirda nunjuk-nunjuk ke tiruan itu.

“Persis yang kakak simak dan kaka masuk…”. Saya liat matanya berbinar, dan seperti menginginkan nangis. Dr. Syafiq lantas bercerita.

Bercerita satu untuk satu apa yang ada di musium Madinah tersebut…

Alhamdulillaah… Sekian dulu… Mohon doanya buat Wirda dan 4 adiknya yang lain. Saya doakan buat semuanya juga.

Saya doain semua bisa rajin shalawat, agar bisa ke Masjid Nabawi, ziarah ke makam Rasul, dan shalat di sana, khushushon di Roudhoh.

Saya doain juga agar bisa punyai anak-anak penghafal Qur’an. Bahkan diri kita semua, bisa ngafal Qur’an. Didalam aktivitas dan profesi.

Salam hormat,

Yusuf Mansur

Wassalaam.


sumber : yusufmansur

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " KISAH NYATA,, SUBBHANALLAH!!! WIRDA BERTEMU NABI MUHAMMAD DALAM MIMPINYA.... SHARE "

Poskan Komentar