ORANG TUA YANG TIDAK TERIMA ANAKNYA DI DIDIK DAN DIHUKUM PULANGKAN SAJA KE ORANG TUANYA, SETUJUKAH ANDA??





Islamiqpos - Assalamu'alaikum wr. wb. untuk bebrapa rekan guru seluruh Nusantara. Maraknya Orangtua siswa yg tidak terima bahkan hingga melaporkan ke pihak polisi yang mana anaknya di disiplinkan oleh guru padahal ini untuk kebaikan anak – anaknya itu.

Mubasysyir adalah seorang guru Pendidikan Jasmanai di SMA Negeri 2, Sinjai Selatan, Sulawesi Selatan, ditahan polisi karena dituding sudah melakukan penganiayaan pada siswanya. Dia dilaporkan orang tua siswa berinisial SA cuma gara-gara menggunting rambut SA yang bergaya punk.

Dalam laporan orang tua SA, guru dituding sudah melukai tangan anaknya. Padahal, sebelumnya digunting, SA tak pernah mendengar peringatan sekolah untuk mencukur penampilan rambutnya yang awur-awuran.

Peristiwa serupa menimpa para guru bukanlah pertama kali terjadi di tanah air. Beberapa hari terakhir, masalah guru dilaporkan oleh anak siswanya juga marak dikabarkan media beberapa hari terakhir.

Salah satunya, Nurmayani seorang guru Biologi di Negeri 1 Bantaeng yang pernah ditahan karena dilaporkan orang tua siswa yang merupakan seorang anggota polisi. Anggota polisi ini tidak terima anaknya dicubit diberikan paha oleh Nurmayani.

Menanggapi hal semacam itu, Anggota Komnas HAM Bagian Pendidikan, Andreas Lebih mengaku prihatin lihat nasib beberapa guru di Indonesia. Dia menilainya, beberapa peristiwa yang menimpa para guru adalah satu bentuk kemunduran masyarakat.
 " Ini begitu memprihatinkan, apa lagi yang dipermasalahkan itu masalah spele. Ini langkah mundur, karena sebenarnya masalah ini dapat diselesaikan, "
kata Andreas waktu berbincang dengan merdeka. com, Jakarta, Kamis (9/6) malam.

Andreas bahkan juga menyebutkan apa yang dihadapi beberapa guru yaitu fenomena baru yang mencederai dunia pendidikan. Dia cemas, dengan adanya momen itu, tak tutup kemungkinan para guru takut atau tidak ingin bertugas sesuai sama tupoksi.

Apa lagi, kata dia, sesudah beberapa kali coba berdialog dengan beberapa guru, mereka mulai apatis serta kecewa dengan sikap orang tua siswa yang membela mati-matian anaknya tanpa menginginkan tahu akar masalah yang mengakibatkan seorang guru menghukum muridnya.

 " Saya pernah ngobrol sama guru, mereka jadi apatis dan melakukan pembiaran. Mereka katakan, dari pada berurusan sama hukum biarkan saja, toh bukan anak saya, " katanya.

 " Yang saya takutkan, saat anak dibela mati-matiin sama orang tua hingga menang pengadilan, itu si anak akan arogan serta memandang remeh guru. Saya juga cemas ke depan nanti guru hanya jadi pengajar bukan mendidik, " timpal dia.

Di satu segi, Andreas tidak menampik ada guru yang bersikap arogan waktu mendidik anak. Dia mendukung seorang guru dilaporkan ke polisi apabila memang gaya mendidik guru itu membahayakan nyawa anak siswanya.

 " Ini mengagumkan. Apakah Indonesia ini melek hukum atau tidak ngerti hukum. Ini mesti di perhatikan sama semua pihak, orangtua jangan responsif atau emosional pada guru, terkecuali membahayakan nyawa anak bisa lah melakukan usaha hukum, " ucapnya.

Oleh sebab itu, Andreas dengan tegas mendukung pemerintah untuk bikin Undang-undang (UU) Perlindungan guru. Dia mengharapkan, pemerintah mau buka mata lihat masalah yang menimpa para guru tersebut .

 " Mesti ada UU perlindungan guru. Harus jadi perhatian pemerintah, saya yakin ini ke depan efeknya jelek, " pungkas dia.

Sekian informas mengenai UU perlindungan guru, Mudah-mudahan orangtua wali mengerti bakal kondisi guru anaknya yang tidak lain cuma ingin muridnya disiplin dan menjadi lebih baik.

Sumber : www. merdeka. com

Baca Juga : Subscribe to receive free email updates:

loading...

0 Response to " ORANG TUA YANG TIDAK TERIMA ANAKNYA DI DIDIK DAN DIHUKUM PULANGKAN SAJA KE ORANG TUANYA, SETUJUKAH ANDA?? "

Poskan Komentar