KETAHUILAH !!!! inilah PENYEBAB, GEJALA, dan PENGOBATAN penyakit GANAASS " HIV " ..TOLONG SEBARKAN AGAR BANYAK YANG TAU {{ semoga bermanfaat }}



Islamiqpos - HIV yaitu penyakit oleh virus yang menyerang kekebalan tubuh seorang yang menyebabkan tubuh jadi lemah. Seorang yang menderita HIV tidak selalu berarti kalau juga menderita AIDS. Butuh bertahun-tahun untuk orang dengan virus ini untuk berkembang jadi AIDS. HIV serta AIDS tak dapat sembuh. Tetapi, dengan obat yang ada saat ini (obat antiretroviral), sangat mungkin untuk seorang yang mengidap penyakit ini punyai hidup normal dengan kualitas hidup maksimal.




HIV pertama kali muncul di Afrika, Haiti, dan Amerika Serikat pada th. 1978. Pada th. 1979 Amerika Serikat melaporkan bebrapa kasus infeksi yang jarang terjadi. Tetapi, ketika itu beberapa ilmuwan belum paham kalau infeksi-infeksi langka itu dilandasi oleh suatu penyakit yang disebut AIDS.
Menurut Ditjen PPM dan PL Depkes RI Statistik masalah HIV/AIDS di Indonesia dengan cara kumulatif sejak 1987 hingga 2010 sejumlah 20. 564 orang dengan data orang wafat dunia sebesar 3. 936 orang.

Penyebab
Human Immunodeficiency Virus, atau HIV, yaitu virus yang disebut jenis retrovirus yang mengakibatkan sindrom defisiensi imun yang didapat (AIDS). Virus melemahkan kemampuan seseorang untuk melawan infeksi dan kanker. Ada 2 type virus HIV yakni HIV-1 dan HIV-2. HIV-1 lebih ganas dari pada HIV-2. Semasing strain menyerang di daerah geografis yang tidak sama tetapi tanda-tanda yang ditampilkan memang sama. Orang dengan HIV yang disebutkan mempunyai AIDS saat mereka ada infeksi atau kanker tertentu atau saat jumlah CD4 (sel T) dalam tubuh kurang dari 200. Jumlah CD4 ditetapkan oleh tes darah di laboratorium.

Apa itu AIDS?
AIDS yaitu tahap yang lebih maju dari infeksi HIV. Saat sel-sel CD4 yang disebut sisi dari sistem kekebalan tubuh turun ke tingkat yang sangat rendah hingga kemampuan seseorang untuk melawan infeksi hilang. Ada beberapa kondisi yang terjadi pada orang dengan infeksi HIV dengan gejala ada kegagalan sistem kekebalan tubuh yang disebut penyakit AIDS.

Siapa yang harus diuji untuk HIV?
Baru-baru ini, CDC berubah rekomendasi pengujian. Semua orang dewasa harus diskrining setidaknya sekali. Orang yang di anggap berisiko tinggi (pengguna narkoba jarum suntik, pasangan seks lebih dari 1, misalnya) harus diuji lebih sering. Semua wanita hamil harus diuji. Siapapun yang telah terkena jarum suntik atau paparan darah yang penting dari orang di ketahui memiliki HIV atau dari sumber yg tidak di kenal harus diuji juga.

Pada HIV ada yang disebut dengan “window period” atau periode jendela, yakni saat seseorang baru terinfeksi HIV, sebenarnya penyakit ini telah ada dalam dianya, tetapi saat dites laboratorium, darahnya memberi hasil yang negatif. Kenapa hal ini dapat terjadi? Karena virus belum cukup kuat serta besar jumlahnya untuk menampakkan dianya sebagai positif. Malah hal semacam ini yang berbahaya, apabila seorang itu memanglah berisiko, dianjurkan baiknya memeriksakan lagi status HIV-nya 6 bulan setelah itu sambil menunggu periode jendela usai.

Cara penularan
Penularan bisa terjadi secara kontak seksual (hubungan sex anal, oral/mulut, dan hubungan sex normal) ataupun secara nonseksual (seperti transmisi antar jarum suntik pada narkoba, donor darah dari penderita, dari plasenta ibu ke bayinya, dari ASI, air liur, dan air mata).
Baca Juga : Viagra Sebabkan Tingginya Penularan Penyakit Menular Seksual
Langkah penularan yg tidak benar yaitu lewat air keringat, bersentuhan kulit dengan kulit seperti berjabat tangan, berpelukan. Hal ini akan tidak menularkan HIV/AIDS.

Gejala
Beberapa orang mendapatkan gejala seperti flu kurun waktu sebulan sesudah terinfeksi. Tanda-tanda ini umumnya hilang dalam seminggu hingga sebulan. Seorang bisa mempunyai HIV sepanjang bertahun-tahun sebelumnya terasa sakit dan terlihat seperti orang sehat biasanya.

Sepanjang penyakit berjalan, orang dapat alami infeksi jamur di lidah (thrush), dan pada wanita dapat dengan mudah terserang infeksi jamur vagina berat atau penyakit radang panggul. Herpes zoster sering terlihat sejak awal, sering sebelumnya seorang didiagnosis dengan HIV.

Tanda-tanda kalau HIV beralih jadi AIDS meliputi :
Demam yg tidak kunjung pulih

Keringat malam
Merasa capek selama saat (bukan dari stres atau kurang tidur)
Merasa sakit selama waktu
Kehilangan berat badan drastis
Pembengkakan kelenjar getah bening (ada benjolan bulat leher, pangkal paha, atau ketiak)
Sariawan yg tidak kunjung sembuh
Infeksi khas yang jarang terjadi pada orang sehat tetapi bisa terjadi pada orang AIDS :

Sarkoma Kaposi, tumor kulit yang terlihat seperti bercak gelap atau ungu pada kulit atau didalam mulut
Perubahan mental dan sakit kepala yang dikarenakan oleh infeksi jamur atau tumor di otak dan sumsum tulang belakang
Sesak napas dan kesulitan bernapas karena infeksi paru-paru
Singkat akal
Gizi buruk
Diare kronis
Penegakan diagnosis
Bila seseorang dengan infeksi HIV memiliki jumlah CD4 yang turun dibawah 200 – atau bila infeksi spesifik nampak (penyakit terdefinisi AIDS) – orang yang dikira mempunyai AIDS.

Pengobatan & perawatan
Memang, belum ada obatnya untuk menyembuhkan HIV/AIDS. Tetapi, dengan obat yang ada, jadi penyebaran dan pertumbuhan penyakit ini dalam tubuh bisa ditekan dan diperlambat. Namanya yaitu obat anti-retroviral. Tanpa pengobatan, hampir semua orang dengan HIV akan jatuh kedalam kondisi AIDS. Saat seorang menemukan kalau dirinya mengidap HIV, kemungkinan orang itu tidak mulai memutuskan untuk mengkonsumsi obat segera. Keputusan untuk memulai antiretroviral diliat kisah medis masa lalu seseorang, lamanya saat mereka sudah terinfeksi, jumlah sel-T CD4, dan keadaan kesehatan saat ini, dan komitmen untuk mematuhi prosedur meminum obat.

Kepatuhan pasien sangat penting mengingat ARV ini diminum seumur hidup dan sekalinya tak taat, jadi ditakutkan bakal muncul satu reaksi resistensi atau kebalnya virus pada obat ARV sementara untuk temukan obat ini memerlukan riset bertahun-tahun lamanya. Sekarang ini beberapa ilmuwan juga tengah mempelajari dan meningkatkan vaksin HIV. Dua jenis paling utama dari vaksin HIV yang sekarang ini tengah diteliti yaitu vaksin untuk pencegahan dan terapi.

Dengan mengkonsumsi ARV, seorang ibu yang HIV yang sedang hamil tidak akan menularkan pada bayi yang dikandungnya. Tetapi, sebaiknya, seseorang yang mengidap HIV butuh berkonsultasi khusus pada dokter untuk merencanakan persalinan sampai dengan metode yang tepat untuk melahirkan dan memberikan ASI. (dr. Ursula Penny)


S  : http://doktersehat.com/

Baca Juga : Subscribe to receive free email updates:

loading...

0 Response to " KETAHUILAH !!!! inilah PENYEBAB, GEJALA, dan PENGOBATAN penyakit GANAASS " HIV " ..TOLONG SEBARKAN AGAR BANYAK YANG TAU {{ semoga bermanfaat }} "

Posting Komentar